Home / Tips Kuliah / 5 Kesalahan Fatal Belanja Online Yang Sering Dialami Mahasiswa

5 Kesalahan Fatal Belanja Online Yang Sering Dialami Mahasiswa

Berbelanja secara online merupakan aktivitas yang akhir-akhir ini marak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, mereka beranggapan kalau berbelanja online akan lebih mudah, tidak perlu berdesakan, dan harganya cukup kompetitif.

Namun tak jarang dari sebagian pembeli malah melakukan kesalahan fatal ketika berbelanja online yang seharusnya dihindari, apalagi kesalahan fatal tersebut bisa berakhir kecewa sesudah barang yang dipesan datang.

Tentu saja yang merasakan efek dari kesalahan fatal tersebut bukan hanya dari sisi pembeli, namun penjual juga terkena dampak buruk, dimana mereka akan menerima ulasan buruk dari pembeli. Lalu apa sajakah 5 kesalaan fatal tersebut?

Yuk simak penjelasan berikut ini!

1. Tidak Membaca Keseluruhan Deskripsi

Hal ini sering dilakukan oleh banyak pembeli, dimana mereka langsung saja memesan barang yang diinginkan.

Padahal bisa saja kalau deskripsi yang diberikan cukup penting, misalnya saja pada produk pakaian yang selalu ada deskripsi penting meliputi ukuran, warna yang tersedia, jenis bahan, dan sebagainya.

2. Tidak Menggunakan Kode Voucher

Jika di dalam toko ataupun mall, biasanya kita akan melihat beragam macam diskon yang disediakan untuk menarik minat pembeli, hal serupa juga dilakukan di dalam situs e-commerce.

Tapi banyak dari para pembeli yang tidak memperhatikan kode promo tersebut, padahal bila digunakan akan mendapat beragam manfaat seperti gratis ongkos kirim.



3. Tidak menuliskan alamat pengiriman secara lengkap

Adakalanya ketika pembeli sudah memesan barang yang diinginkannya, penjual akan langsung mengemas barang tersebut untuk segera dikirim.

Namun pada saat proses pengiriman, kurir malah kebingungan mencari lokasi tujuan pengiriman yang dikarenakan kurang lengkapnya bagian alamat tujuan.

4. Tidak Membuat Dokumentasi Barang Ketika Diterima dan Dibuka

Hal ini sering dianggap sepele dan banyak dari pembeli yang tidak melakukannya, padahal bila barang yang dipesan merupakan barang pecah belah dan penjual menawarkan garansi kerusakan.

BACA JUGA:   Ingin Hidup Sehat Meski Sibuk Kuliah? Baca 5 Tips Ini

Oleh sebab itu dokumentasi pembukaan paket berupa foto maupun video dinilai cukup ampuh untuk membuktikan kalau kerusakan bukan kesalahan pembeli.

5. Asal Percaya dengan Omongan Penjual

Pasti ada saja penjual nakal yang berusaha memanfaatkan kepercayaan situs e-commerce untuk hal-hal negatif, dan dalam masalah ini biasanya penjual mengajak proses jual beli dilakukan diluar sistem rekber dan COD.

Bila para calon pembeli menemui kejadian ini, maka sebaiknya dihindari saja walaupun mereka menawarkan diskon yang cukup besar, karena akan besar kemungkinan penjual tersebut melakukan penipuan.

Wah, ternyata ada bermacam-macam kesalahan fatal dalam berbelanja secara online, apakah kalian pernah melakukan satu diantara kesalahan fatal tersebut?

Jadi setelah menyimak penjelasan tadi, jangan ragu untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut supaya kalian selaku calon pembeli mendapatkan kemudahan serta keamanan dalam berbelanja online.