Cara Mengatasi Bosan dan Malas Kuliah dengan 3 Hal Sederhana

Kawan, seringkali bahkan kebanyakan mahasiswa ada saatnya muncul sifat malas pergi kuliah. Apalagi jika sedang mengambil mata kuliah yang diajar oleh dosen yang kurang disukai. Biasanya muncul rasa suntuk dan bosan masuk ruang kelas dan mendengarkan dosen memberikan ilmunya.

Meskipun secara akal kita sadari bahwa rasa malas ini merupakan sikap yang salah namun tetap saja kebanyakan mahasiswa sulit untuk membendung perasaan malas tersebut. Banyak diantara rekan-rekan mahasiswa masuk ke kelas dengan perasaan enggan, sebagian memilih menitip absen sisanya malah memilih tidak masuk kelas atau tanpa absen.

Sebenarnya wajar juga jika kalau sesekali teman-teman mengalami hal tersebut. Asal jangan tiap hari. Namun demikian, jangan sampai kebosanan dan rasa malas kuliah teman-teman menghambat kuliah. Apalagi sampai menghancurkan mimpi teman-teman. Bagaimanapun juga, kuliah harus tetap berjalan, kewajiban harus dikerjakan.

Jika yang lelah adalah badan, maka beristirahatlah yang cukup, makan makanan yang bergizi dan minum multivitamin atau madu untuk mengembalikan stamina. Teman-teman juga bisa mengambil izin atau cuti kuliah selama 2-3 hari untuk memulihkan kesegaran badan.

Namun demikian bagaimana halnya jika tiba-tiba fikiran dan mental kita yang lelah, sehingga kita merasa suntuk, bosan dan malas kuliah? Bagaimana halnya jika rasa suntuk, bosan dan malas kuliah itu membelenggu teman-teman?

 

Berikut ini 3 Hal Sederhana Cara Mengatasi Bosan dan Malas Kuliah.

1. Merenungkan kembali Tujuan Hidup

Inilah hal sederhana pertama yang dapat teman-teman lakukan untuk memutus belenggu rasa malas, suntuk dan bosan.

Cobalah untuk mengambil waktu yang sepi senyap, sendiri tanpa gangguan dan kebisisngan. Kemudian renungkan kembali mimpi teman-teman. Apapun itu.Renungkanlah kembali.

Apakah teman-teman bermimpi untuk diwisuda, mengenakan toga dengan wajah bangga karena lulus dengan cum laude. Kemudian berfoto bersama ibu, ayah dan anggota keluarga yang lain?

BACA JUGA:   14 Mata Kuliah Utama Mahasiswa Jurusan Psikologi

Apakah teman-teman ingin segera lulus supaya ibu dan ayah lebih ringan biaya hidupnya karena sudah tidak perlu membiayai kuliah teman-teman?

Apakah teman-teman, ingin segera bekerja di perusahaan bonafid dan multinasional, agar dapat mengumrohkan ibu dan ayah?

Apakah teman-teman memiliki mimpi ingin segera lulus dan menikahi gadis impian yang selama ini bayangan senyumnya menari-nari di pelupuk mata?

Atau… Teman-teman memiliki mimpi lain.

Cobalah untuk merenungkan kembali mimpi-mimpi itu, kemudian bayangkan dan rasakan nikmat kebahagiaan ketika mencapai impian itu. Sisihkan hal-hal negatifnya.



2. Pergi Bersilaturrahmi Menemui Orang yang Inspiratif

Bersilaturrahmi, kata para kiyai, ustadz dan penceramah, dalam ajaran Islam bahkan diyakini hal tersebut bisa memanjangkan umur dan menambah rezeki. Bahkan silahturahmi disarankan oleh Rasululloh untuk dikerjakan.

Silaturrahmi juga bisa memberikan inspirasi dan energi tambahan untuk menggelorakan semangat kuliah teman-teman yang terpuruk. Dengan catatan, teman-teman tidak salah memilih orang tempat bersilaturrahmi.

Pilihlah orang yang sukses dalam hal kuliah atau pekerjaan. Ia juga telah cukup mengalami pahit manisnya hidup. Selain itu, pilihlah orang yang secara moral baik dan diterima masyarakat atau komunitasnya.

Orangnya, bisa dosen, bisa pedagang, bisa kiyai, bisa pejabat, bisa seorang blogger, bisa penulis, bisa tetua kampung atau bahkan petani berprestasi di desa.

Jika sudah ketemu, bagaimana?

Jika sudah ketemu dengan orangnya, teman-teman bisa bertanya kisah hidupnya. Bertanya misalkan tentang kisah hidupnya yang paling berharga. Atau saat dia menghadapi kehidupan yang paling sulit dan bagaiman caranya mengatasi itu. Dan sebagainya. Intinya, tanya dan dengarkan kisahnya terlebih dahulu.

Seringkali hal ini sangat akan membantu meningkatkan semangat dan menghilangkan rasa malas.

3. Bersedekah

Bersedekah? Apa hubungannya?

BACA JUGA:   30 Kata-kata Motivasi Mahasiswa Galau Menjadi Orang Sukses

Ya, bersedekah. Bersedekah dapat membantu mengurai belenggu malas yang membelenggu teman-teman.

Hubungannya begini.

Bersedekah, apapun itu, bisa uang, makanan, buah-buahan, pakaian hangat, selimut, atau perlengkapan sekolah, adalah pemberian sesuatu yang bermanfaat. Bukan karena kita terpaksa, juga bukan karena kita sudah tidak mau memakainya lagi. Tetapi usahakan bersedekah dengan niat untuk memberikan manfaat.
Bersedekahlah kepada mereka yang membutuhkan. Misalnya bersedekah perlengkapan dan seragam sekolah kepada anak yatim. Bersedekah membayarkan SPP bagi santri penghafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

Secara psikologis, bersedekah itu akan meringankan jiwa. Menghilangkan penyakit pelit dan rasa sayang yang berlebihan terhadap harta atau sesuatu yang kita miliki.

Selain itu, bersedekah akan membuat penerima menjadi bahagia. Dan percayalah kebahagiaan itu akan menular kepada kita. Kebahagiaan memberi sesungguhnya lebih besar dari pada menerima, jika kita ikhlas melakukannya.

Dan, rasa bahagia yang mekar dalam jiwa akan mengikis rasa malas dengan perlahan. Bahkan mungkin tanpa teman-teman sadari. Sebab, jika teman-teman bahagia, teman-teman akan menikmati aktifitas dan kehidupan teman-teman. Termasuk kuliah.

Mungkin sebagian teman-teman tidak mempercayai hal yang ke tiga ini. Tapi lakukanlah. Lakukanlah sedekah dengan ikhlas dan rutin. insyaAllah (jika Tuhan menghendaki), kemalasan, rasa lelah, suntuk dan bosan ini perlahan akan hilang.