Home / Kampus / Bahasa Kekinian Yang Eksis Dikalangan Mahasiswa

Bahasa Kekinian Yang Eksis Dikalangan Mahasiswa

Bahasa merupakan alat yang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan perasaan dalam hati, pikiran dan gagasan.

Bahasa dapat berupa ucapan dan gerakan tubuh yang digunakan untuk berinteraksi antara orang yang satu dengan yang lainnya.

Bahasa kekinian atau yang dulu disebut sebagai bahasa gaul berdasarkan sejarahnya di Indonesia sudah ada sejak awal tahun 1970, merupakan bahasa sandi yang digunakan oleh kalangan remaja tertentu.

Istilah-istilah bahasa kekinian atau bahasa gaul diciptakan oleh komunitas remaja tertentu, dengan tujuan supaya orang yang berada di luar komunitasnya tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan.

Bahasa kekinian juga disebut sebagai bahasa prokem pada awalnya digunakan di kalangan preman, saat ini bukan merupakan suatu hal yang aneh karena seringnya digunakan oleh khalayak umum.

Asal usul kata “preman” sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu ‘vrij’ / ‘vrijman’. Ada juga yang mengatakan berasal dari bahasa Inggris ‘free man’, artinya sama yaitu orang yang bebas atau merdeka.

Sebenarnya “prokem” pun merupakan asal kata dari preman, di mana ada penyisipan kata (ok) di tengah kata preman dan kata “an” dihilangkan, seperti pr(ok)em”an”.

Selama perkembangannya sejak dulu hingga sekarang, istilah-istilah dalam bahasa kekinian atau bahasa prokem ini semakin bertambah.

Tidak hanya digunakan oleh komunitas remaja tertentu, namun di kalangan anak sekolah dan mahasiswa pun saat ini banyak yang menggunakan bahasa kekinian dalam kehidupan sehari-hari.

Anggapan tidak gaul, tidak kekinian, kuno, ketinggalan zaman, dan ingin di cap sebagai kids zaman now, dapat menjadi alasan kaum remaja untuk ikut menggunakan bahasa gaul dalam kesehariannya.

Sobat ingin tahu bahasa kekinian yang masih eksis di kalangan mahasiswa sejak dulu hingga perkembangannya sampai sekarang dan maknanya, simak ulasan dari kami berikut ini.

BACA JUGA:   6 Hal Yang Menghancurkan Produktivitas Belajar Mahasiswa
  1. Gue: Penggunaan kata saya atau aku dalam bahasa gaul disebut ‘gue’, kata ini biasa kita dengar dalam dialek Betawi atau orang Jakarta.
  2. Aye: Biasanya bersanding dengan kata ‘gue’, digunakan untuk menyebut saya atau aku. Jika kita menonton sebuah sinetron, kata ini kita dengar saat terjadi interaksi komunikasi antara istri ke suami atau anak ke orang tua.
  3. Akooh: Sama seperti kata ‘gue’ dan ‘aye’, kata ‘akooh’ memiliki makna yang sama yaitu saya atau aku.
  4. Bokap dan Nyokap: ‘Bokap’ Merupakan bahasa gaul dari bapak, sedangkan ‘nyokap’ sendiri artinya ibu. Parahnya lagi bahasa gaul ini sering disingkat sebagai “bonyok”, semoga maknanya tidak menjadi ambigu ya.
  5. Bro dan Sis: Kata ‘bro’ berasal dari kata Bahasa Inggris yaitu brother dan memiliki arti saudara laki-laki. Sedangkan kata ‘sis’ juga berasal dari kata Bahasa Inggris yaitu sister artinya saudara perempuan. Digunakan untuk menyapa seorang laki-laki dan perempuan.
  6. Katrok: Makna dari kata ‘katrok’ adalah kampungan atau norak sekali. Biasanya dilontarkan oleh seseorang kepada temannya yang memang tidak tahu apa-apa.
  7. Kamseupay: ‘Kamseupay’ merupakan akronim dari kampungan sekali udik payah.
  8. Ember: Memang begitu.
  9. Jayus: Melucu tapi tidak lucu.
  10. Garing: Lawakan yang tidak lucu.
  11. Unyu: Lucu menggemaskan.
  12. Peres: Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka berbohong, palsu, dan tidak tulus.
  13. Narsis: Menggambarkan seseorang yang terlalu suka dengan dirinya sendiri, ditandai dengan hobinya yaitu sering berfoto.
  14. Jutek: Ekspresi seseorang yang dianggap judes, menyebalkan, mudah marah, galak, sombong.
  15. Saiko: Berasal dari Bahasa Inggris yaitu psycho, yang biasa digunakan untuk orang yang berperilaku gila, suka marah-marah mendadak dan tidak jelas, serta geram.
  16. Move on: Diserap dari Bahasa Inggris yang artinya terus berlanjut, namun dalam bahasa kekinian diistilahkan untuk seseorang yang baru diputus oleh pacar. Maknanya melupakan dan cari pacar baru.
  17. Kool: Dalam bahasa kekinian memiliki arti keren, sebenarnya merupakan serapan dari Bahasa Inggris yaitu cool yang artinya dingin.
  18. Kepo: Kata ‘kepo’ berasal dari bahasa Hokkien yaitu kaypoh artinya ingin tahu, mencampuri urusan orang lain.
  19. Secara: Kata ‘secara’ seringkali digunakan dalam sebuah kalimat, namun kata itu tidak baku. Secara digunakan untuk pengganti karena/soalnya.
  20. Rempong atau Ribet: Rumit, Repot.
  21. Gengges: Mengganggu.
  22. Galau: Kondisi sangat sedih.
  23. Lebay: Sebutan untuk seseorang yang melakukan perbuatan yang berlebihan.
  24. Keles: Kali.
  25. Bingit: Banget.
  26. Ucul: Merupakan kebalikan dari lucu.
  27. Woles: Merupakan kebalikan dari kata selow yang berasal dari Bahasa Inggris slow artinya santai.
  28. Maaciw: Bentuk ungkapan terima kasih.
  29. Ciyus: Ungkapan terkejut artinya serius.
  30. Miapah: Sebenarnya akronim dari demi apa, namun supaya lucu jadi disingkat menjadi miapa ditambah ‘h’.
  31. Bete/BT: Kondisi bosan atau boring total, boring sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya bosan.
  32. Jaim: Merupakan akronim dari jaga image dimaknakan sebagai menjaga harga diri.
  33. PD/Pede: Merupakan akronim dari percaya diri.
  34. Palbis: Paling bisa.
  35. Capcus: Memiliki makna langsung berangkat, menuju tkp, biasanya disingkat ‘cus’
  36. LDR: ‘LDR’ merupakan akronim dari Bahasa Inggris yaitu long distance relationship artinya hubungan jarak jauh. Kata ini diperuntukan bagi sepasang kekasih yang berbeda lokasi. Lain halnya dengan ‘LDR’ skripsi yang merupakan akronim lelah disiksa skripsi.
  37. Pecah: ‘Pecah’ dalam bahasa kekinian memiliki makna bagus sekali.
  38. Badai: Hampir sama dengan arti ‘pecah’ dalam bahasa kekinian ‘badai’ bermakna sangat bagus.
  39. Kids zaman now: Merupakan sebutan untuk anak gaul kekinian zaman sekarang.
  40. Skripshit: Istilah seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi namun tidak selesai juga.
  41. Skripsweet: Istilah yang digunakan pejuang skripsi manakala skripsi yang digarap berjalan lancar dan di terima oleh dosen pembimbing.
  42. Skripsheet: Istilah yang digunakan pejuang skripsi untuk tumpukan skripsi yang mandek untuk dikerjakan.
BACA JUGA:   8 Penemuan Inovatif Mahasiswa Kos-kosan Indonesia

Beberapa bahasa kekinian tersebut seringkali masih kita dengar saat ini, namun perlu diingat mengenai kapan menggunakan bahasa kekinian dan dengan siapa kita sedang berbicara.

Jangan sampai kita salah menggunakan bahasa kekinian dalam kondisi dan situasi yang bukan pada tempatnya. Bisa jadi malah kita dianggap tidak sopan atau kasar.